Matt mulai menghubungi seseorang yang mungkin bisa membantunya mengawasi verah, yah mungkin dia bisa memberitahu matt ketika verah sedih, ataupun memiliki masalah, bukan maksud matt mengekang verah, tapi ini untuk melindunginya, karena matt takut akan terjadi seseuatu terhadap verah.
matt mulai menghubungi seseorang yang matt panggil sebagai "Merpati Putih".
"Hemm, kamu bisa membantuku sesuatu ?"
"Tentu saja, apa yang bisa ku bantu untukmu matt"
"bisakah... bisakah kamu memberitahuku setiap verah mengalami masalah, ataupun ketika dia sedih kepadaku, aku merasa gusar setengah mati memikirkan hal itu"
"Tapi, kamu yakin ?, bagaimana dengan kuliahmu, kamu harus fokus dengan masa depanmu"
"mungkin begitu, tapi aku harus bisa melindungi verah juga, sampai dia bisa melindungi dirinya sendiri dan..."
"dan apa matt ?"
"tidak, tidak apa-apa"
"kamu sebenarnya baik, tapi oke, aku akan membantumu"
"hemm, terima kasih, dan sekarang aku akan memanggilmu merpati putih supaya tidak ada yang curiga"
"kenapa harus itu ?"
"kamu tau kan keito kid, haha, dia selalu menggunakan merpati putihnya untuk mengawasi seseorang"
"haha, jangan bilang ini karena pengaruh verah, kamu menjadi suka kepada conan"
"haha, aku juga tidak mengerti, setiap kebiasaan verah selalu bisa ku ingat dengan mudah, aku juga bingung"
"hemm, matt, bagaimana dengan anak unbraw yang lain"
"aku sudah memikirkannya, ketika mereka membuat masalah terhadap verah, aku akan pergi kesana untuk dan akan ada disamping verah"
"kamu serius, kamu memang seseorang yang gila menurutku, ya seorang pecinta yang sungguh gila"
"ini demi pertaruhanku, kamu cukup memberikan info tentangnya, dan aku akan sungguh berterima kasih kepadamu"
Matt pun tersenyum malam itu, dia bisa mempercayakan masalah verah kepadanya, dan matt bisa sedikit tenang sekarang.
Walaupun matt memiliki merpati putih, pasti nanti akan muncul "merpati hitam".
dan matt berharap, merpati hitam itu tidak akan pernah muncul di kehidupan verah.
dan yang tidak verah ketahui tentang matt, semata-mata karena matt menyayangi verah.
bukan karena matt pemaksa, ataupun seseorang pembuat rencana gila.
tapi matt hanya berusaha supaya masa lalu yang indah dulu kembali lagi, dan sekali lagi verah bisa memegang tangan matt.
matt berharap bisa berdansa untuk kedua kalinya dengan verah, dan menerima bunga mawar yang tulus dari verah.
Tapi matt hanya bisa tersenyum, dan selalu sabar.
dan matt berjanji, tidak akan kembali seperti dulu.
"Tentu saja, apa yang bisa ku bantu untukmu matt"
"bisakah... bisakah kamu memberitahuku setiap verah mengalami masalah, ataupun ketika dia sedih kepadaku, aku merasa gusar setengah mati memikirkan hal itu"
"Tapi, kamu yakin ?, bagaimana dengan kuliahmu, kamu harus fokus dengan masa depanmu"
"mungkin begitu, tapi aku harus bisa melindungi verah juga, sampai dia bisa melindungi dirinya sendiri dan..."
"dan apa matt ?"
"tidak, tidak apa-apa"
"kamu sebenarnya baik, tapi oke, aku akan membantumu"
"hemm, terima kasih, dan sekarang aku akan memanggilmu merpati putih supaya tidak ada yang curiga"
"kenapa harus itu ?"
"kamu tau kan keito kid, haha, dia selalu menggunakan merpati putihnya untuk mengawasi seseorang"
"haha, jangan bilang ini karena pengaruh verah, kamu menjadi suka kepada conan"
"haha, aku juga tidak mengerti, setiap kebiasaan verah selalu bisa ku ingat dengan mudah, aku juga bingung"
"hemm, matt, bagaimana dengan anak unbraw yang lain"
"aku sudah memikirkannya, ketika mereka membuat masalah terhadap verah, aku akan pergi kesana untuk dan akan ada disamping verah"
"kamu serius, kamu memang seseorang yang gila menurutku, ya seorang pecinta yang sungguh gila"
"ini demi pertaruhanku, kamu cukup memberikan info tentangnya, dan aku akan sungguh berterima kasih kepadamu"
Matt pun tersenyum malam itu, dia bisa mempercayakan masalah verah kepadanya, dan matt bisa sedikit tenang sekarang.
Walaupun matt memiliki merpati putih, pasti nanti akan muncul "merpati hitam".
dan matt berharap, merpati hitam itu tidak akan pernah muncul di kehidupan verah.
dan yang tidak verah ketahui tentang matt, semata-mata karena matt menyayangi verah.
bukan karena matt pemaksa, ataupun seseorang pembuat rencana gila.
tapi matt hanya berusaha supaya masa lalu yang indah dulu kembali lagi, dan sekali lagi verah bisa memegang tangan matt.
matt berharap bisa berdansa untuk kedua kalinya dengan verah, dan menerima bunga mawar yang tulus dari verah.
Tapi matt hanya bisa tersenyum, dan selalu sabar.
dan matt berjanji, tidak akan kembali seperti dulu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar