Senin, 02 Juli 2012

"Epilog Puzzles"

Matt menatap kalendernya pelan-pelan, dia tahu sebentar lagi sudah pergantian tahun. Tahun ini sungguh membosankan bagi matt, dia berharap tahun 2012 menjadi awal yang baru baginya, "semoga saja" pikir matt, matt menghela napas dan mulai melingkari kalender itu dengan spidol merah, Tanggal apakah yang dilingkari matt ?
Semuanya berkumpul, semua teman matt, di kedai makanan tempat biasa mereka berkumpul. Semuanya tertawa saat itu, matt masih memikirkan rencananya untuk verah, tapi saat itu matt masih belum berambisi, dia menatap shame.

"shame, maukah kamu membantuku sesuatu ?"
"bantuan apa ?"
"nanti ku ceritakan"

Arsha pun datang, mengajak semuanya tidur dirumahnya. Bagus, matt bisa menceritakan semuanya kepada shame di rumah arsha, setidaknya ingin menceritakan sesuatu, sesuatu yang akan mengubah kehidupan cintanya.

"matt, matt, kamu melamun ?"

matt tersadar oleh suara bisikan david.

"eh, tidak david, hanya memikirkan sesuatu"

matt terdiam lagi, kemudian arsha pun berteriak....

"ayo semua, kita pergi kerumah ku"

matt tersadar kembali.....

Sesampainya dirumah arsha, semuanya berkumpul diruang tengah kecuali matt dan shame, matt ingin menceritakan semuanya kepada shame, setidaknya shame lah orang pertama yang mendengarkan semua cerita matt, karena matt membutuhkan shame untuk membantunya sekarang, untuk membuat sesuatu, membuat awal dari semua cerita matt.
matt menatap shame, dia kelihatan serius, shame pun mendengarkan cerita matt.

"shame, aku ingin meminta bantuan kepadamu"
"bantuan apa matt katakan saja"
"yah begini, maukah kamu membantuku membuat sebuah gravity bertuliskan "Kristin Verahditiya", bisakah aku meminta bantuanmu"
"bisa, kapan kamu akan meberikannya ?"
"aku juga tidak tahu, aku berencana ketika sesudah liburan ini aku akan memberikannya kepada verah, tapi..."
"tapi apa shame ?"

"tidak, tidak ada apa-apa. haha"
"aku serius"
"eh shame, apa yang kamu ketahui tentang verah ?"
"aku tidak tahu banyak, yang aku tahu, banyak yang mendekatinya tapi gagal, dia baik, senyumannya ramah, yah cuma itu saja"
"ooh, lalu kenapa kamu menceritakan ini"
"aku percaya, kamu bisa mendapatkan hati verah, kamu bisa matt"

matt terdiam, kata-kata shame sungguh memberikan motivasi tersendiri bagi matt, mungkin dia bisa mencoba mendekati verah. Tapi matt berkata di dalam hati "shame, terima kasih kata-katamu sungguh berarti, aku tahu kata-katamu hanya untuk membuat ku semangat, aku tahu itu hanya kebohongan, tapi aku hanya akan percaya saja sekarang, walaupun aku gagal nanti, aku akan mengenang ini selama hidupku"

Shame sungguh orang yang baik, dialah awalnya yang membuat matt memiliki semangat untuk mendekati verah, karyanya lah awalnya, gravity inilah awalnya, inilah semua cerita awal matt.
Tapi matt akan memberikan gravity ini setelah matt gagal, setelah semua kebohongan itu menjadi kenyataan, matt berharap gravity ini menjadi awal dan akhir yang sesungguhnya.
pada saat itu matt berharap itu tidak akan terjadi, dia harus optimis, karena sekarang matt harus mengejar hati seseorang, walaupun itu sulit, walaupun verah memang sulit didekati, tapi matt tidak akan menyerah.
matt pun tersenyum....

Akhirnya pergantian tahun baru dimulai, tepat jam 12.01, matt mengambil hpnya untuk mengirimkan pesan kepada verah, unttuk mengucapkan "selamat tahun baru"

"selamat tahun baru verah, mungkin aku orang pertama yang mengucapkannya bukan ?"
"haha, iya thanks matt, tapi kamu bukan orang pertama. haha"
"haha, tidak apa-apa, yang penting aku sudah mengucapkannya, sekali lagi "selamat tahun baru ya""
"iya matt, selamat tahun baru juga"

matt tersenyum....
inilah awalnya cerita matt, awal cerita puzzle, matt berjanji akan mencintai sepenuh hatinya....
walaupun saat ini bumi menelannya, dia akan muncul lagi dan menggenggam tangan verah, menopangnya disaat dia sedih, menghiburnya disaat dia menangis, walaupun di hati verah matt tidak spesial, tapi matt akan terus bersamanya disaat dia mmbutuhkan.
matt berharap verah selalu tersenyum..
matt keluar rumah, melihat kembang api dan menatap bintang yang bersinar, dia berjanji kepada Tuhan "ketika dia tidak bisa melindungi dan menjaga verah, dia akan mencari seseorang yang bisa dia percayai untuk menggatikannya"
matt yakin, suatu hari ini akan terjadi, tidak tahu kapan, tidak tahu dimana...
tapi matt harus selalu percaya, dan harus selalu tersenyum...
malam itu matt menyadari sesuatu, "dia menyukai verah"...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar