Senin, 02 Juli 2012

"GOOD BYE PUZZLES, I WILL NEVER FORGET YOUR SMILE"

Matt mengajak david membeli kue putu untuk verah, menurut info dari verah, sangat sulit mencari kue putu, tapi tidak ada yang tidak bisa dilakukan matt demi verah, dan Tuhan memang mendukung matt saat itu, tidak perlu waktu lama untuk matt dan david menemukan kue putu, tapi ada dua yang menjual kue putu, yang satu orang yang sudah terlihat tua, dan satunya masih muda dan segar, tapi david menyarankan untuk membeli kue putu di tempat orang tua itu, sekalian membantu orang tua itu untuk menghabiskan dagangannya. Sungguh baik david....
matt dan david tidak membuang-buang waktu, mereka segera pergi kerumah verah, tapi sayangnya verah tidak ada dirumah, jadi matt berniat memberikan kue putu ini kepada ibunya, dan ibu verah sangat ramah..


"ada perlu apa dek"
"verah ada bu ?"
"sedang pergi les, mungkin sebentar lagi pulang, masuk dulu"
"tidak usah bu, kami hanya ingin menitipkan ini"
"apa ini, hangat"
"yang pasti bukan bom bu. haha"
"haha, oke dek, besok verah mau pergi ke depok loh dek"
"masa' bu ?, verah tidak pernah cerita"
"iya, dia mau tes di depok"
"ooh, ibu sendirian disini"
"iya dek, ayahnya verah lagi diluar, jadi ibu sendirian disini"
"haha, ngobrol sama ibu menyenangkan, ibu ramah, tapi maaf bu, saya dan teman saya ada acara di rumah teman, jadi dak bisa ngobrol lebih lama"
"ooh, tidak apa-apa dek, nanti main lagi ya"
"iya bu, makasih ya bu"
"iya, sama-sama"


matt merasa lega telah memberikan kue putu kepada verah, berarti semuanya selesai, tapi besok ada acara kelas mengajak karaokean, dan verah pun mau berangkat, kenapa matt masih memikirkan verah ?


matt sebenarnya malas mengikuti acara kelas karaoke seperti itu, tapi ada verah, setidaknya ini adalah momen terakhir matt bisa melihat verah, matt harus datang, matt mengirim pesan kepada diana untuk mengajaknya pergi bersama-sama.
sesampainya ditempat karaoke, matt dan verah diam, mungkin verah masih marah, jadi matt hanya mengobrol dengan diana.
matt teringat lagu my love dari westlife, dan bermaksud mengajak verah bernyanyi bersama. Awalnya verah tidak mau, tapi matt memaksa, dan akhirnya verah mau.
acara berakhir, verah kelihatan masih marah, matt merasa bersalah saat itu, sebelum verah pulang dan bergegas ke bandara, matt menarik tangan verah, untuk mengucapkan selamat tinggal.


"verah, tunggu sebentar"
"kenapa ? cepat, aku mau pergi"
"kamu kenapa ? ya sudah, aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal, dan hati-hati ya"
"hemm ,oke"


verah benar-benar bersikap beda saat itu, seharusnya matt senang, itu yang dia inginkan, tapi kenapa matt merasa sakit.
matt memacu motornya berniat untuk pulang, tapi entah kenapa matt langsung memacu motornya kearah yang berbeda, ke bandara..
mungkin matt berpikir untuk menemui verah di bandara untuk terakhir kali, tapi itu menyedihkan.
matt sudah sampai di dekat bandara, tapi matt tidak bisa melakukannya, jadi matt hanya mengirim pesan kepada verah berisikan "selamat tinggal, hati-hati", matt pulang dengan perasaan sedih.


sesudah kejadian itu, matt tidak mengetahui kabar verah, apa yang dia lakukan, dan apakah dia sekarang masih percaya kepada matt.
matt tidak tahu.
matt tahu sebenarnya, verah tidak tahu apa-apa tentangnya, matt sebenarnya kecewa kepada verah.
tapi matt senang melakukan semua ini untuknya, walaupun verah tidak pernah melakukan apapun demi matt, tapi matt senang.....
matt tersenyum, inilah pesan untuk verah "jangan lupakan semua ini, dan ini semua milikmu sekarang".
"Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kau percayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku...." by Ilana Tan (Shunsine Becomes You)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar