Kamis, 26 Juli 2012

"Kupu-kupu yang mulai berevolusi"

Matt membuka hpnya, tidak ada pesan lagi dari verah, apakah dia benar-benar sudah melupakan matt, semenjak kejadian verah menghapus kontak bb matt, matt sungguh-sungguh marah, tapi kalau tidak begini bagaimana matt dan verah bisa sama-sama fokus dengan masa depannya, matt menghela napas..
Matt mengikuti tes universitas bersama dengan mia. Matt tidak mempunyai tempat menginap, makanya matt dan mia pergi bersama-sama dan menginap dirumah saudara mia. Matt mulai memeriksa hpnya lagi, masih tidak ada pesan dari verah, padahal matt sungguh-sungguh mengharapkan pesan dari verah, orang yang masih sangat disukainya itu, tapi apakah verah mengharapkan hal yang sama, mungkin tidak. Verah sudah melupakan matt, dan matt bertekad untuk mundur, untuk melupakan segalanya...
Tiba-tiba mia menghampiri matt, matt pun terkejut.
"ada apa matt, ada masalah"
"haha, tidak hanya aku sedang bertengkar dengan verah"
"ooh, lost kontak"
"bisa dibilang begitu, kenapa kamu bertanya ?"
"tidak, kamu terlihat melamun tadi"
"haha, maaf"

Matt begitu iri melihat shame dan mia yang sangat akrab hubungannya, tanpa ada kendala, berbeda dengannya. Matt merasa masalah cinta ini terulang lagi, dan matt sudah bosan merasakannya. "Masa depan", lebih baik matt memikirkan masa depan, dan meremukkan masa lalunya, terutama tentang verah, dan itulah yang verah inginkan.

Tes universitas selesai, dan matt terlihat lelah, ada sebuah sms, dari "verah".
"maafkan aku matt, aku sungguh minta maaf"

matt terdiam, dia tidak tahu harus membalas apa, tapi lebih baik dia membiarkan masalah ini tetap berlanjut supaya verah bisa fokus dengan masa depannya, setidaknya ini yang shame katakan kepada matt. "jika kamu sungguh mencintainya, kamu jangan menghancurkan masa depannya".

yah, shame benar, matt juga harus fokus dengan masa depannya, inilah yang terbaik, bahkan matt merasa dia tidak bisa lagi melihat senyuman verah disaat dia senang, dan melihat wajah marahnya.
ini sungguh menyedihkan bagi matt.

matt membalas pesan verah...

"verah, lupakan semuanya, dan aku tidak akan memaafkanmu"

semuanya berakhir, matt berharap verah sukses disana melebihi dirinya....
matt akan sellau mendoakan verah, walaupun dia tidak disisi matt, matt tidak akan bisa melupakan verah, sungguh sulit..
dan matt berharap, verah juga bersikap sama.

matt mengirim blackberry mesenger kepada gugus, dia bertanya bagaimana kabar verah, dan gugus menjawab baik, dan verah sedang berusaha mencari universitas terbaik.
"baguslah kalau begitu, aku akan bertanya kabar verah melalui dirimu gus"
"haha, kenapa ?"
"tidak apa-apa, dia tidak peduli kepadaku, mungkin"
"tidak dia masih peduli kok, dia kemarin menanyakan tentang hasil universitasmu, dan terus mendesakku supaya dia menanyakan hasil itu kepadamu"
"sungguh, tapi itu dulu, tidak sekarang"
"jangan pesimis matt, verah wanita yang berbeda"
"ya, dia memang berbeda, terima kasih banyak gus"
"sama-sama matt"

matt tidak tahu apakah verah masih peduli kepadanya, yang dia inginkan sekarang adalah supaya verah bisa sukses, matt selalu berdoa untuknya....

"hei ini pooh untukmu"
"kenapa matt, kenapa kamu tiba-tiba disini, aku baru bangun tau, roh ku masih kemana-mana"
"maaf, ini kejutan, maukah kamu menjadi pasangan prom nite ku"
"hemm"
"jawab"
"oke :)"
"thanks verah :)"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar